Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Santo Yoseph Teladan Cinta Sejati Bagi Pasangan Suami Istri Dan Yang Akan Menikah

societasnews.id
Jumat, 03 Desember 2021 | Desember 03, 2021 WIB Last Updated 2021-12-04T05:13:52Z
Santo Yoseph Teladan Cinta Sejati Bagi Pasangan Suami Istri Dan Yang Akan Menikah
Ilustrasi: dokpenkwi


“Berdamailah dengan pasangan sebelum tidur. Jangan pernah menyelesaikan hari itu tanpa berdamai dengan pasangan.” (Paus Fransiskus)
Perkawinan umat Kristen Katolik membutuhkan yang namanya spiritualitas ataupun model bagi pasangan suami istri dan bagi pasangan yang hendak menikah dalam membina rumah tangga. Model bagi pasangan suami istri dan pasangan yang akan menikah tidak lain adalah Keluarga Kudus dari Nazaret. Dari Keluarga Kudus: Yesus, Maria dan Yoseph pasangan suami istri dan yang akan menikah bisa menimbah spiritualitas dari masing-masing pribadi. Salah satu pribadi yang bisa menjadi model dan spiritualitas kehidupan berumah tangga pasangan suami istri maupun yang akan menikah adalah Santo Yoseph.
Santo Yoseph memberi kesaksian akan kedewasaan cinta sejati, terutama ketika hidup berhadapan dengan beberapa tantangan yang tidak terduga. Cinta sejati bukan menghendaki orang lain atau kehidupan harus sesuai dengan keinginan kita.
Lebih tepatnya, itu berarti memilih dengan kebebasan yang penuh untuk mengambil tanggungjawab bagi kehidupan seseorang apa adanya. Itulah sebabnya mengapa Yoseph memberikan kepada kita sebuah pelajaran penting. Dia memilih Maria dengan “mata terbuka”. Dapat kita katakan bahwa Yoseph memilih Maria dengan segala konsekuensi atau resiko.
Pelajaran dari konsekuensi atau resiko atas pilihan Yoseph yang diberikan kepada kita adalah: menerima hidup apa adanya. Pasangan suami istri kristiani maupun pasangan yang akan menikah diingatkan bahwa mereka dipanggil untuk menjadi saksi cinta yang berjuang dan berusaha untuk mengubah logika perasaan jatuh cinta dengan kedewasaan atau kematangan cinta. Hal ini merupakan salah satu persyaratan yang menuntut sebuah pilihan agar mampu membentengi cinta sehingga mampu bertahan ketika menghadapi pencobaan.
Pasangan suami istri dan yang akan menikah diajak untuk meneladan Santo Yoseph yang mampu mengubah perasaan jatuh cinta menjadi kedewasaan atau kematangan cinta. Tahap jatuh cinta selalu ditandai dengan pesona tertentu yang membuat hidup kita tenggelam dalam khayalan yang seringkali tidak berdasarkan kenyataan dan fakta sehingga kadang membuat kita putus asa. Namun justru ketika dalam situasi seperti ini dimana harapan seakan berakhir, disitulah cinta sejati dimulai atau cinta sejati masuk disana.
Memang harus diakui bahwa untuk sampai pada cinta sejati seringkali ada konflik atau pertengkaran yang dialami, namun “berdamailah dengan pasangan sebelum tidur.”
“Jangan pernah menyelesaikan hari itu tanpa berdamai dengan pasangan.” (Paus Fransiskus).
Santo Yoseph, engkau yang mencintai Maria dengan kebebasan dan memilih untuk menjalani kenyataan dengan meninggalkan fantasimu, bantulah kami masing-masing agar membiarkan diri kami dicengangkan oleh Allah dan menerima hidup bukan sebagai sesuatu yang tidak terduga untuk membela diri, melainkan sebagai sebuah misteri yang menyimpan rahasia kebahagiaan sejati. Curahkanlah kebahagiaan dan totalitas bagi semua pasangan suami istri kristiani dan yang akan menikah, seraya selalu sadar bahwa hanya belas kasih dan pengampunan yang melahirkan cinta sejati. Amin.
Seri Katekese Paus Fransiskus-Aula Paus Paulus VI (01-Desember 2021)
CBCPNEWS-01-Desember 2021
Manila: 02-Desember 2021
Pater Tuan Kopong MSF
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Santo Yoseph Teladan Cinta Sejati Bagi Pasangan Suami Istri Dan Yang Akan Menikah

Trending Now

Iklan