Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Sibuk Mencari Surga, Lupa Dimana Surga Berada

societasnews.id
Jumat, 10 Desember 2021 | Desember 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-11T07:25:57Z
Sibuk Mencari Surga, Lupa Dimana Surga Berada


Saya sebagai seorang yang beragama dan beriman Kristen Katolik sekaligus imam tak pernah kecewa atau bahkan sedih menjadi seorang anggota Gereja. Maka meskipun banyak hinaan dan fitnah cukup ditanggapi dengan cara Kristus sendiri, yaitu menunjukan kepada mereka bahwa yang mereka lakukan adalah sebuah kegelisahan akan agama mereka sendiri.

Ketika akhir-akhir ini mulai digaungkan moderasi beragama oleh Menteri Agama RI, sejatinya Gereja Kristen Katolik sudah menjalankannya. Bahasa sederhana yang saya pahami sebagai moderasi beragama ala Gereja adalah masuk, meresapi, memaknai dan menerangi setiap situasi kehidupan termasuk budaya dengan nilai-nilai Injili tanpa perlu menghakimi.

Dan itu juga dilakukan oleh Yesus Kristus dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan untuk menjelaskan pewartan-Nya tetang Kerajaan Allah agar mudah dipahami. (Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur: Luk 21:33-46; Pokok Anggur Yang Benar: Yoh 15:1-10; tentang membayar pajak kepada kaisar: Mat 22:15-22).

Sama seperti Yesus, Gereja menjadikan kehidupan serta budaya masyarakat sebagai media untuk mewartakan Injl dimana melalui dan dengan Injil, kehidupan umat serta budayanya diterangi dan dimaknai dalam semangat Injl agar umat semakin menyadari bahwa Kerajaan Allah itu tidak jauh dari kehidupan mereka melainkan dekat dan berada di tengah-tengah mereka ketika disana ada kedamaian, persatuan, solidaritas dan ada semangat berbagi untuk saling meneguhkan dan menguatkan iman satu sama lain (bdk. Luk 17:25).

Ketika banyak orang dan agama sibuk mencari Surga hingga lupa bahwa Surga itu adalah kehidupan beragama mereka sendiri, Gereja justru menjadikan segala pengetahuan dan pengajarannya untuk menghadirkan Kerajaan Surga bahkan mendekatkan Kerajaan Surga ke tengah-tengah kehidupan umat dan masyarakat sehingga mereka sungguh merasakan kehadiran Allah yang merajai kehidupan mereka dalam bentuk kedamaian, sukacita, persatuan, solidaritas dan semangat berbagi.

Maka ketika Santo Anselmus dari Canterbury mengatakan bahwa iman membutuhkan pengetahuan, pertama-tama adalah bahwa pengetahuan bukan untuk mencari keberadaan Allah ataupun Surga melainkan untuk meyakinkan umat dan masyarakat bahwa Surga atau Kerajaan Allah sejatinya tidak jauh. 

“Pengetahuan iman bukan untuk mencari Surga melainkan untuk membawa Kerajaan Surga ke tengah-tengah kehidupan umat, untuk menerangi umat bahwa Kerajaan Surga tak pernah jauh dari kehidupan kita walau kita yang kadang menjauhkan Kerajaan Surga, sekaligus menjadi pertanggungjawaban iman bahwa Kerajaan Surga itu bukanlah sebuah hayalan belaka yang tersembunyi di balik ayat-ayat suci melainkan nyata dan berada di tengah-tengah mereka.”


Pater Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sibuk Mencari Surga, Lupa Dimana Surga Berada

Trending Now

Iklan