Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Alasan Mencintai Katolik: Karena Katolik Adalah “Akarnya”

societasnews.id
Kamis, 13 Januari 2022 | Januari 13, 2022 WIB Last Updated 2022-01-13T13:10:18Z
Alasan Mencintai Katolik: Karena Katolik Adalah “Akarnya”


“Jika engkau tidak mengerti akar dari iman kita-bahwa Allah sudah bekerja 2000 tahun yang lalu dan jika engkau tidak memiliki akar-engkau seperti orang yang terkena sindrom bunga potong yang hanya melihat keindahan kembangnya dan mengabaikan akar menopang tanaman.”

Baca juga: Lihatlah Anak Domba Allah, Gravitasi Cinta dalam Misa

Mereka yang terus dan selalu memprotes agama Katolik beserta ajarannya artinya mereka sedang mengakui bahwa pemahaman dan iman tanpa akar akan dengan mudah diombang-ambingkan oleh tekanan-tekanan karena hanya menikmati “keindahan kembang” yang memberikan kenikmatan sesaat tanpa pemeliharaan jangka panjang.

Maka tepat seperti yang dikatakan oleh Cardinal John Henry Newman, seorang imam Anglikan yang kemudian menjadi Katolik; “jika menjauhkan sejarah (Katolik) maka berhentilah menjadi anggota gerejamu yang sekarang selain Katolik.”  Artinya jika kita mempelajari sejarah, secara khusus sejarah Gereja awal dan juga dari para Bapak Gereja seperti Santo Ignatius dari Antiokia (110 M) yang merupakan murid dari Rasul Yohanes, Klemens dari Roma (97 M), Policarpus (155 M), Ireneus (202 M) dan Siprianus (258 M) dengan jelas, jujur dan terang kita mengetahui dan mengakui bahwa Gereja Awal itu sendir adalah sudah Katolik.

Baca juga: Luka Adalah Salib Cinta: Jangan Malu, Sejenak Belajar Pada Kami!

Dalam tiga ratus Luka Adalah Salib Cinta: Jangan Malu, Sejenak Belajar Pada Kami! tahun pertama ke-Kristenan, para Bapak Gereja percaya pada apa yang juga dipercayai oleh Katolik hari ini:

 Bahwa Allah mewayuhkan Diri-Nya melalui Kitab Suci dan Tradisi Suci, tidak hanya melalui Kitab Suci sendiri.

 Bahwa Roti dan Anggur pada Misa adalah Tubuh dan Darah Kristus, bukan sekedar simbol.

 Bahwa kita bisa berdoa kepada Maria dan para kudus sebagai pengantara doa-doa kita.

 Bahwa Purgatori itu nyata

 Bahwa kita mentaati Paus dan masih banyak kekayaan iman Katolik lainnya yang dipercayai dan dilakukan sejak zaman para Rasul dan Bapak Gereja hingga hari ini.

Baca juga: Pater Tuan Kopong MSF: Allah Agamamu Apa?

Jika hari-hari ini banyak dari mereka yang bukan Katolik memfitnah dan menjelek-jelekan Gereja Katolik, kita sepantasnya berterima kasih kepada mereka, karena dengan cara mereka demikian mengingatkan kita untuk menemukan kembali dan merawat kekayaan iman yang sudah kita miliki sebagai umat Katolik.

 Ketika ada oknum Adventist menjelekan Gereja Katolik, hal itu mengingatkan kita untuk memusatkan hidup kita pada relasi pribadi dengan Yesus yang kembali kita perbaharui dan persiapkan selama masa-masa Advent.

 Ketika ada oknum Pentekosta yang juga ikut menjelekan Gereja Katolik, mereka mengingatkan kita untuk semakin mengandalkan kekuatan Roh Kudus, membuka diri kita untuk mujikzat.

Mereka mengingatkan kita sekaligus memperkuat dan mempertegas fakta sejarah bahwa nama yang mereka gunakan hingga hari ini sudah ada di dalam Gereja Katolik dalam seluruh sejarah perkembangan Gereja. Artinya mereka mengingatkan kita bahwa akar mereka sejatinya adalah Gereja Katolik. Jika kemudian mereka selalu memfitnah Gereja Katolik, itu mempertegas sindrom bunga potong, yang hanya melihat keindahan pada kembangnya yang memberikan kenikmatan sementara dan tidak bertahan lama serta mudah terombang-ambing karena tidak ditopang oleh akarnya.

Baca juga: Para Artis dan Sejumlah Perusahaan Internasional Bangun Ruang Digital di Metaverse

Singkatnya mereka sedang mengakui dan menikmati kekuatan akar (Gereja Katolik) yang menghasilkan banyak “kembang” (kekayaan) iman dimana tidak mudah terombang-ambing oleh badai hinaan dan gelombang fitnahan karena akar sejati Gereja Katolik adalah Yesus Kristus dan Karya Roh Kudus yang terus menopang Gereja Katolik. 

“Mengagumi kembang tanpa mengakui akar yang menopangnya, sama dengan mencintai sang kekasih namun tidak mengakui orang tuanya. Maka yang muncul adalah menjelekan dan memfitnah orang tua sang pacar karena terombang-ambing oleh berbagai gosip tak benar dari orang lain.” 

“Beragama tetapi hanya memuliakan “kembang-kembang” ajaran yang tak berdasar pada fakta sejarah maka akan selalu terombang-ambing oleh kecemburuan pada kekayaan iman sang akar.”


Manila: 13-Januari 2022

Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Alasan Mencintai Katolik: Karena Katolik Adalah “Akarnya”

Trending Now

Iklan