Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Luka Adalah Salib Cinta: Jangan Malu, Sejenak Belajar Pada Kami!

societasnews.id
Rabu, 12 Januari 2022 | Januari 12, 2022 WIB Last Updated 2022-01-12T10:40:09Z
Luka Adalah Salib Cinta: Jangan Malu, Sejenak Belajar Pada Kami!
Foto ist.


Yang Salib dan kelahiran Tuhan kami dihina,

Tak mengurangi kemuliaan Salib dan Tuhan kami

Namun semakin menambah kemuliaan-Nya,

Semakin kami mengagungkan-Nya

Yang Rumah tempat Ia bersemayam

Dibakar, dibom, ditutup maupun dilarang berdiri

Tak pernah mampu membakar api amarah,

Namun semakin mengobarkan api cinta dan pengampunan

Karena Kemuliaan bukan datang dari kekuasaan

Namun datang dari luka, sakit dan penderitaan

Itulah Kemuliaan Sang Raja!!

Baca juga: Dunia Tehnologi, Hidup Bernas, Manusia Berharga, Jadilah Bintang

Cepat tersinggung, marah, takut, cemburu, sombong, suka merasa difitnah dan berujung pada pelaporan dan membuat tekanan agar orang dipenjara sebenarnya adalah sakit atau luka yang biasa kita kenal sebagai luka bathin. 

Akhir-akhir ini sakit atau luka ini mulai nampak dalam diri orang beragama. Mudah tersinggung dan sakit hati serta marah ketika merasa agama disinggung. Buah dari luka ini adalah protes hingga viral, pelaporan dan tekanan agar bisa dipenjara. Luka itu sembuh? Tidak ! Luka baru mulai muncul yaitu wajah agama tak lagi ramah tapi penuh dengan kemarahan dan kebencian. Luka orang beragama seperti ini adalah luka tanpa cinta dan keputusasaan untuk mencintai.

Baca juga: Pater Tuan Kopong MSF: Allah Agamamu Apa?

Mereka menyimpan dan terus memeluk luka mereka. Mereka lebih memilih mencintai sehidup semati luka mereka daripada mengubah luka itu menjadi berkat, pertobatan, kerendahan hati dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik. Mereka menutup luka mereka atas nama penistaan agama dan lupa membuka jendela agama untuk masuknya rahmat dan keluarnya berkat yang mendamaikan dan menyejukan.

Sudah banyak kali kami terluka. Salib dimana Kristus dilukai dan disakiti, hingga Rumah tempat Kristus yang tersalib bersemayam dibom, dibakar bahkan ditutup dan dilarang untuk membukakan pintu bagi para pengikut-Nya, kami memang terluka dan sakit. Kami juga terluka dan tersakiti ketika kelahiran Kristus yang kami imani dihina dan dilecehkan, tapi apakah kami lantas membalas? Apakah kami harus melakukan mobilisasi massa serta tagar tangkap dan penjarakan? Tidak!

Baca juga: Untuk Mereka Yang “Merasa” Paling Tahu Ajaran Agama Lain (Katolik)

Ribuan hujatan dan fitnah terhadap kami tersebar di media-media sosial: facebook dan youtube, kami memang terluka dan tersakiti serta kami kadang memang membalasnya namun tidak pernah kami melayangkan sepucuk surat gugatan memenjarakan mereka, atau pawai tangkap dan penjarakan. Tidak!

Ada juga yang memang membuat laporan ke pihak penegak hukum. Namun dari sekian banyak laporan, adakah yang dipenjarakan? Kami terluka dan sakit, namun tak pernah kami melakukan konvoi massa hanya untuk memuaskan rasa sakit kami ketika mereka ditangkap dan dipenjara. Tidak!

Kami terluka dan tersakiti. Namun karena Salib, membuat kami kuat dan sembuh. Salib menyembuhkan luka kami, salib mengobati dan menyembuhkan kami dari sikap mudah tersinggung, marah dan iri hati karena dari Salib, meski Ia ditinggalkan namun menyembuhkan kemarahan, kebencian dan balas dendam dengan sepenggal Sabda; “sarungkan pedangmu” (Yoh 18:11). Salib mengubah luka dan sakit kami menjadi keharuman Kerendahan Hati, Pertobatan dan Kemauan untuk BERUBAH menjadi lebih baik.

Baca juga: Pater Tuan Kopong MSF: Tidak Mudah Menjadi Seorang Ibu

Dari luka dan sakit di Salib lahirlah Cinta, Pengampunan dan Keselamatan;

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43).

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk 23:34).

Luka dan sakit di Salib menjadi Salib cinta yang mengajarkan bahwa kami hanya bisa mencintai jika kita terluka dan hancur. Luka dan sakit meneguhkan dan menguatkan keberanian kami untuk tidak putus asa dalam mencintai. Bahkan Luka dan sakit adalah Salib pengharapan yang menopang iman kami untuk tidak putus asa dalam memberikan pengampunan, lantaran Kristus yang kami ikuti dan imani juga sudah terluka di salib.

Luka dan sakit mengasah keberanian, kemurahan hati dan ketekunan kami agar tidak putus asa untuk mencintai. Karena luka dan sakit yang kami terima adalah Salib Cinta dan Jendela bagi rahmat cinta dan berkat pengampunan.

Sebagai umat Kristen Katolik yang dewasa dalam iman, kami harus terluka agar melahirkan keharuman Kerendahan Hati, Pengampunan, Pertobatan dan Perubahan untuk menjadi lebih baik. Itulah luka dan sakit yang adalah Salib Cinta kami. Dari luka, sakit dan penderitaan yang kami rasakan, Tuhan semakin dimuliakan dan semesta semakin damai, itulah kemuliaan Iman akan Salib.


Manila: Januari 2022

Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Luka Adalah Salib Cinta: Jangan Malu, Sejenak Belajar Pada Kami!

Trending Now

Iklan