Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Pater Tuan Kopong MSF: Allah Agamamu Apa?

societasnews.id
Senin, 10 Januari 2022 | Januari 10, 2022 WIB Last Updated 2022-01-11T03:43:06Z
Allah Agamamu Apa?


Sepertinya mudah banget, Allah dijadikan “senjata” untuk memidanakan orang lain atas nama penistaan agama. Mudah banget Tuhan dikontrol atas nama agama. Lantas kita yang menyembah Allah atau Allah yang kemudian mengikuti kemauan kita? 

Allah yang Mahakuasa, melampaui batas dan ruang serta agama apapun, seakan dibatasi ruang gerak dan ke-Mahakuasaan-Nya oleh agama tertentu dan hanya menjadi milik agama tertentu yang kemudian dijadikan sebagai alasan untuk melarang agama tertentu melaksanakan ibadah termasuk menjadikan Tuhan sebagai “kendaraan” untuk melarang pembangunan rumah ibadah. Tuhan yang Mahakuasa bukan lagi ditentukan oleh Cinta dan Kuasa-Nya yang melampaui batas ruang dan waktu namun kemudian dibatasi oleh siapa yang mayoritas.

Baca juga: Untuk Mereka Yang “Merasa” Paling Tahu Ajaran Agama Lain (Katolik)

Pernyataan mayoritas dan minoritas seakan menjadi penentu ke-Mahakuasaan Allah. Maka kemudian Allah yang Mahakuasa dibatasi ruang geraknya pada kedua pernyataan ini walau di beberapa wilayah yang katanya “mayoritas” justru menjadi agen perdamaian, duta cinta yang mengungkapkan betapa luasnya cinta Allah bagi semua-ke-Mahakuasaan-Nya seakan ditentukan dan dikontrol oleh manusia. 

Pembatasan ruang gerak ke-Mahakuasaan Allah inilah yang kemudian menjadikan Allah dengan mudah dimanfaatkan untuk kepentingan yang bisa menguntungkan meskipun kebencian dan penindasan yang dilakukan, yang penting punya pendukung mayoritas dan atas nama Allah kebencian dan penindasan atas nama agama dianggap sebagai sebuah pelaksanaan ajaran agama. 

Baca juga: Pater Tuan Kopong MSF: Tidak Mudah Menjadi Seorang Ibu

Dan sebaliknya jika ada kritikan dari kelompok yang dianggap “minoritas” maka kritikan itu dianggap sebagai penghinaan kepada Allah termasuk sebagai penistaan agama meskipun kritikan itu adalah demi sebuah kebaikan agar Allah tidak dijadikan sebagai “alat” legalitas politik maupun penyebaran ujaran kebencian, provokasi dan penindasan pada yang lain. Untuk sebuah niat dan tindakan buruk asalkan dia, mereka adalah kelompok dan berpihak pada saya maka Allah menjadi tameng untuk membenarkan kesalahan dalam selaksa argumentasi pembenaran. Ayat-ayat suci menjadi argumentasi paling mujarab untuk melindungi keburukan.

Baca juga: 2022: Setahun untuk Diingat, Setahun Untuk Dijalani

Namun jika yang memberikan kritikan itu bukan bagian dari mereka yang menganggap diri “mayoritas”, Allah dengan mudah pula dijadikan sebagai “senjata” untuk mempidanakan dan memenjarakan orang tersebut. Allah dengan mudah dijadihkan sebagai alasan untuk mengatakan salah dan sesat. Manusia pada gilirannya menjadi penentu Kebaikan dan Kebenaran Allah jika menjadi bagian dari kelompok mereka. Sebaliknya ketika bukan menjadi bagian dari mereka maka Kebaikan dan Kebenaran Allah menjadi pengadilan dan penghakiman bagi orang tersebut.

Kita semua tahu dan yakin Allah tidak memiliki agama apapun. Munculnya beragam agama di dunia ini karena iman pada Allah yang Esa. Allah tidak menciptakan agama untuk diri- Nya sendiri namun Allah menciptakan Cinta, Kebaikan, Kebenaran dan Keadilan untuk dilaksanakan oleh setiap agama. Yang dikehendaki Allah dari kita hanya satu, tidak lebih; “melaksanakan Kehendak-Nya” (Mat 7:21). 

Baca juga: Natal, Betlehem, Keutuhan Ciptaan

Kegaduhan antar umat beragama dan juga atas nama agama yang terus menerus terjadi karena kita terlalu sibuk mempersoalkan Allah berada di pihak yang mana namun lupa untuk melaksanakan kehendak-Nya. Maka apa yang terjadi; agama yang sejatinya membawa kesejukan, perdamaian dan persatuan tapi kemudian agama juga yang menjadi pembawa perpecahan dan kegaduhan karena masing-masing menjadi penentu kebenaran Allah yang Mahakuasa.

“Ke-Mahakuasaan Allah tidak pernah ditentukan oleh keputusan mayoritas ataupun minoritas, tapi oleh tindakan dan perbuatan yang baik dan benar sesuai kehendak-Nya.”


Manila: Januari 2022

Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pater Tuan Kopong MSF: Allah Agamamu Apa?

Trending Now

Iklan