Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Purgatorium: Belas Kasih Allah

societasnews.id
Sabtu, 15 Januari 2022 | Januari 15, 2022 WIB Last Updated 2022-01-15T15:43:19Z
Purgatorium: Belas Kasih Allah


Harus kita akui bahwa sebagian umat Katolik yang takut dengan Purgatorium,  karena mereka berpikir bahwa Purgatorium adalah satu bagian dari Neraka. Kalau kita memahami Purgatorium dalam konteks iman maka Purgatori sejatinya adalah Belas Kasih Allah untuk menyembuhkan, membersihkan dan membuat kita menjadi sempurna.

Umat Katolik percaya akan Api Pencucian (Purgatorium) karena percaya akan Belas Kasih Allah. Di Api pencucian Allah dengan cinta dan terangnya membakar segala ketidaksempurnaan, kelemahan dan noda dosa kita. Jadi yang dibakar adalah sebagian dari dosa-dosa ringan tertentu kelemahan dan ketidaksempurnaan kita agar menjadi sempurna dan suci masuk kedalam Surga.

Dalam Kitab Wahyu dikatakan bahwa “Tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis” (Why 21:27). Dan dalam Kitab Habakuk; Allah dikatakan terlalu suci dan tidak dapat berdiri di samping setan (Habakuk 1:13). Makna dari Sabda Tuhan ini adalah bahwa agar kita pantas dan layak masuk ke dalam Surga dan berada serta berdiri di samping-Nya maka kita perlu untuk penyucian dan pemurnian.

Kita tahu dan percaya bahwa Allah mengampuni kita secara sempurna untuk dosa-dosa ringan tertentu (bdk. KGK. 1031). Agar kita bisa diselamatkan maka kita juga perlu dikuduskan sehingga menjadi sempurna seperti Yesus. Bagi kita umat Katolik, Purgatorium sejatinya juga dimulai di dunia ini selama kita hidup. Purgatorium adalah Pembaharuan hidup kita oleh Roh Kudus.

Setiap hari, Allah menguduskan kita, memurnikan kita, membersihkan kita agar menjadi seperti Yesus. Setiap waktu, saat kita menang atas godaan setan maupun kejahatan dan mengatakan “Ya” pada panggilan Allah atau menyangkal keegoisan pribadi atas nama cinta, kita menjadi seperti Yesus.

Namun demikian, ketika kita meninggal tidak semua kelemahan kita dihapuskan. Maka kita percaya bahwa Purgatorium terus berlangsung setelah kematian. Maka sebelum kita masuk Surga, Allah masih menyempurnakan kita dengan Cinta-Nya yang berkobar-kobar (bdk. 1 Kor 3:11-15).

Meskipun demikian doa-doa kita juga menjadi sangat penting untuk pemurnian jiwa-jiwa di Api Penyucian (Purgatorium). Melalui doa-doa kita, kita mengungkapkan cinta kita kepada mereka yang sudah mendahului kita agar mereka mendapatkan kepenuhan kedamaian bersama Allah. Dalam Kitab Makabe, kita menemukan doa bagi mereka yang meninggal (2 Mak 12:44-45).

Walaupun Purgatorium akan kita alami kelak saat kita meninggalkan dunia ini, baiklah kita hadirkan suasana Purgatorium di dunia selama kita masih berziarah. Selama masih di dunia ini; biarkan Cinta Allah yang tak terbatas memurnikan kita, menguduskan kita dan mengubah kita melalui doa, pertobatan dan mengikuti serta melaksanakan kehendak-Nya.


Silahkan membaca Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 1030-1032.


Manila: 14-Januari 2022

Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Purgatorium: Belas Kasih Allah

Trending Now

Iklan