News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Adven: Sejarah dan Makna Untuk Kehidupan Kristiani

 

Adven: Sejarah dan Makna Untuk Kehidupan Kristiani
Adven: Sejarah dan Makna Untuk Kehidupan Kristiani


Perayaan Adven hanya mungkin bagi mereka yang gelisah jiwanya, yang tahu dirinya miskin dan tidak sempurna, dan yang menantikan sesuatu yang lebih besar yang akan datang, sebut Dietrich Bonhoeffer, teolog Lutheran asal Jerman.

Pada kurun waktu abad ke-4 dan ke-5 para sarjana percaya bahwa cikal bakal masa Adven diinisiasi dari masa persiapan pembaptisan orang Kristen pada pesta Epifani di bulan Januari, Perayaan inkarnasi Tuhan Yesus (Matius 2:1), pembaptisan Yesus di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:29) dan mukjizat pertama di Kana (Yohanes 2:1)

Selama masa persiapan ini, umat Kristiani menghabiskan 40 hari dalam penebusan dosa, doa, dan puasa untuk mempersiapkan perayaan ini. Belum ada keterkaitan dengan Natal. Memasuki abad ke- 6, orang Kristen Romawi telah mengaitkan Adven dengan kedatangan Kristus. 

Tetapi “kedatangan” yang mereka pikirkan bukanlah kedatangan Kristus yang pertama di palungan di Betlehem, tetapi kedatangannya yang kedua sebagai hakim dunia. Baru pada Abad Pertengahan masa Adven secara eksplisit dikaitkan dengan kedatangan Kristus yang pertama pada hari Natal.

Perlu diingat, masa Adven melambangkan situasi gereja saat ini di “hari-hari terakhir” ( bdk Kisah Para Rasul 2:17 dan  Ibrani 1:2 ) ketika umat Allah menunggu kembalinya Kristus dalam kemuliaan untuk menyempurnakan kerajaan kekal-Nya. 

Gereja berada dalam situasi yang mirip dengan Israel di akhir Perjanjian Lama: di pengasingan, menunggu dan berharap dalam penantian yang penuh doa akan kedatangan Mesias. Israel melihat kembali tindakan kemurahan Tuhan di masa lalu atas mereka dalam memimpin mereka keluar dari Mesir dalam Keluaran, dan atas dasar ini, mereka memanggil Tuhan sekali lagi untuk bertindak bagi mereka. 

Dengan cara yang sama, Gereja, selama masa Adven, melihat kembali kedatangan Kristus dalam perayaan Adven, sementara pada saat yang sama menantikan kedatangan kerajaan Kristus ketika Dia datang kembali untuk umat-Nya. 

Senada dengan kehidupan umat Israel, pengasingan kita di masa sekarang membuat kita menantikan Keluaran kita di masa depan. Dan keberdosaan kita sendiri dan kebutuhan akan kasih karunia menuntun kita untuk berdoa agar Roh Kudus memperbaharui karya-Nya dan menjadikan kita serupa dengan gambar Kristus.

Katekismus kita menggambarkan dengan indah spiritualitas Adven, "Ketika Gereja merayakan liturgi Adven setiap tahunnya, ia menghadirkan kembali pengharapan di jaman dahulu akan kedatangan Mesias, sebab dengan mengambil bagian di dalam masa penantian yang panjang terhadap kedatangan pertama Sang Penyelamat, umat beriman memperbaharui kerinduan yang sungguh akan kedatangan-Nya yang kedua. Dengan merayakan kelahiran sang perintis [Yohanes Pembaptis] dan kematiannya, Gereja mempersatukan kehendaknya: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”(Yoh 3:30) - KGK 524 

Janji bagi Israel dan Gereja adalah Yesus Kristus; Tuhan telah datang ke bumi dan akan datang kembali. Inilah inti dari Adven. Dalam terang kedatangan Kristus, iman kita telah menjadi iman Adven, pengharapan akan wahyu di masa depan. Iman itu terpenuhi karena berpegang pada janji yang terpenuhi.



Caloocan, November 27

Garsa Bambang, MSF