News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Iman Sejati: Nyata, Jelas, Terlihat Dengan Mata dan Dirasakan Dengan Hati

Iman Sejati: Nyata, Jelas, Terlihat Dengan Mata dan Dirasakan Dengan Hati
Iman Sejati: Nyata, Jelas, Terlihat Dengan Mata dan Dirasakan Dengan Hati


Iman Sejati: Nyata, Jelas, Terlihat Dengan Mata dan Dirasakan Dengan Hati

Banyak orang mengatakan bahwa iman itu tak berwujud, tak terlihat dan rahasia. Meski tidak berwujud dan bahkan tak pernah menampakkan diri secara nyata, tetapi sering disebut-sebut orang terutama jika di dalam lingkup Gereja. Bisakah kita melihat iman seseorang? Atau bagaimana cara melihat iman?


Dalam Injil hari ini, kita mendengar bahwa iman itu harus kelihatan. Dikisahkan bahwa ada  empat orang datang membawa dan menggotong seorang lumpuh kepada Yesus. Mereka ingin agar Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Mereka cerdik berusaha, berjuang, berkorban dan berbuat kasih dengan tulus demi orang lumpuh itu. Itulah iman yang sejati. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"(bdk. Ay. 2-5). 


Yesus mengampuni dan menyembuhkan si Lumpuh karena iman keempat orang itu. Jika Yesus mampu melihat iman mereka yang membawa seorang lumpuh kepada-Nya, demikian pula Ia mampu melihat iman kita. Yesus dapat melihat dengan jelas iman yang tak berwujud, sangat rahasia dan tersembunyi itu. 


Yesus mau mengajar kita bahwa iman kepada-Nya tidaklah suatu imajinasi semata, bukan pula sesuatu yang abstrak atau sekedar ucapan yang tidak bisa terlihat, melainkan iman itu haruslah nyata, jelas dan bisa terlihat dengan mata dan dapat dirasakan hati. Kemauan yang  tulus dari keempat orang itu membawa seorang lumpuh kepada Yesus adalah wujud nyata iman yang sejati.


Selamat beraktivitas

Selamat memperlihatkan iman

Rm. Kardiaman Simbolon, OCarm