News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tuhan Bersamamu Sudah Lebih Dari Cukup!

Tuhan Bersamamu Sudah Lebih Dari Cukup!
Tuhan Bersamamu Sudah Lebih Dari Cukup!


Tuhan Bersamamu Sudah Lebih Dari Cukup! Tak Perlu“selamat pagi” pada awal Misa!


Saya yakin ketika tulisan ini diposting pasti sebagian umat akan mengajukan argumentasi demikian; “Kenapa sih, hanya soal ucapan saja kok harus dilarang. Ucapan “selamat pagi” itu khan sapaan dan keramahan pada umat.”


Saya hanya mengajak kita sebagai umat Katolik untuk juga lebih dewasa dan matang dalam beriman. Dewasa dan matang dalam beriman artinya memahami dan memaknai ajaran Gereja berkaitan dengan Perayaan Ekaristi dalam hal ini Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR). Lebih dari itu sebagai umat Katolik, kita juga bisa membedakan mana sapaan harian diluar misa dan sapaan yang tepat dan benar dalam misa.


Don’t wish parishioners ‘good morning’ at the start of Mass, says Cardinal Tagle.  Some priests will repeat “Good morning” if they don’t hear the reply “Good morning, Father,” he said, but don’t seem at all concerned if no one responds to “The Lord be with you”. (cf. Corpus Christi Mass at the Santa Cruz Church in Manila, catholicherlad.co.uk, July-7 2017).


“Jangan mengucapkan ‘selamat pagi’ pada awal misa, ucap Kardinal Tagle. Beberapa imam akan mengulangi ucapan ‘selamat pagi’ jika mereka tidak mendengar balasan ‘selamat pagi pastor’ dari umat namun tidak peduli sama sekali jika tidak ada satupun yang menjawab “Tuhan bersamamu.”


Pernyataan Kardinal Tagle ini adalah penegasan dari PUMR no. 50; 


“Seusai nyanyian pembuka, imam sambil berdiri………, kemudian imam menyampaikan salam kepada umat untuk menunjukkan bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Salam tersebut dengan jawaban dari pihak umat memperlihatkan misteri Gereja yang sedang berkumpul.”


Atau dari PUMR no. 124;


“ Lalu imam memberi salam kepada umat. Ia menghadap ke arah umat, membuka tangan dan mengucapkan salah satu rumus yang tersedia.”


Jadi pertama-tama bukan siapa yang mengatakan atau bukan karena seorang Kardinal Tagle yang mengatakan maka harus mengikuti. Tapi ini adalah pernyataan dan penegasan Gereja seperti tertuang dalam pedoman resmi yaitu PUMR. 


Dari dua nomor PUMR ini sangat jelas bahwa Salam yang diberikan kepada umat adalah Salam seperti yang ada didalam Tata Perayaan Ekaristi (TPE) sesuai dengan PUMR. Dengan memberikan salam Tuhan bersamamu atau Tuhan sertamu memperlihatkan kehadiran Tuhan yang menyertai umat-Nya dan jawaban dari umat atas salam tersebut memperlihatkan persekutuan Gereja dalam nama Tuhan. Dan dalam salam tersebut tidak ada salam selamat pagi yang menjadi salah satu pilihan salam yang diberikan oleh imam kepada umat.

Salam Tuhan bersamamu atau Tuhan sertamu sudah lebih dari cukup.


Dari sini menjadi jelas bahwa tidak ada kebutuhan sama sekali untuk mengucapkan ‘selamat pagi’ dan salam lainnya dengan pertanyaan; ‘apa kabar kalian hari ini’ ketika kehadiran Nyata Tuhan dalam Ekaristi Kudus melalui salam yang resmi “Tuhan bersamamu atau Tuhan sertamu” sudah cukup. Justru akan mengaburkan makna Salam Tuhan bersamamu atau Tuhan sertamu ketika harus menambahkan ‘selamat pagi, apa khabar.’


Maka kesadaran imam sebagai in persona Cristi dan Alter Cristus dalam Ekaristi Kudus harus menjadi jelas dan tegas dengan mengucapkan salam tersebut tanpa harus menambahkan salam-salam profan yang tidak penting dalam Ekaristi Kudus. Artinya harus bisa menempatkan disposisi bathin didalam menyampaikan salam yang tepat dalam misa kudus dan dalam kebiasaan sehari-hari.  Ucapan ‘selamat pagi’ dan pertanyaan kabar umat bisa dilakukan setelah perayaan Ekaristi.


“Bukankah salam Tuhan Bersamamu atau Tuhan sertamu sudah lebih dari cukup?” Sebagian dari kami (para imam) kadang lebih memberi penekanan pada ucapan “selamat pagi” yang disertai dengan berbagai pertanyaan kabar umat dan lain sebagainya daripada yang lebih penting dari semuanya itu yaitu “Tuhan bersamamu atau Tuhan sertamu.” 


Siapa pun dapat mengucapkan selamat pagi kepada seseorang, tetapi kata-kata "Tuhan besertamu" hanya terdengar selama Misa, oleh karena itu kata-kata itu harus ditekankan.


Manila: 05-Desember 2022

Oleh: Tuan Kopong msf