News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bukan sekedar ucapan selamat!!

 

Bukan sekedar ucapan selamat!!
Bukan sekedar ucapan selamat!!



Angka Dan Kita

 

Hari ini ada yang sejak pagi hingga sore hari ini mulai ramai membagikan ucapan selamat Tahun Baru dengan aneka rangkaian kata dan kalimat. Semua mata tertuju pada angka yang sebentar lagi berakhir dan juga akan berganti dengan satu angka yang baru.

 

Satu angka lama yang diganti dengan satu angka baru rupanya menjadi titik fokus semua insan untuk berbagi kebahagiaan dan sukacita dalam ragam bentuk kalimat dan bahasa ucapan. Apapun postingan, apapun isi tulisan tidak peduli. Intinya pergantian satu angka dari yang lama ke yang baru menjadi bahasa comentar menghiasi dinding-dinding facebook dan Whatshap group.

 

Pergantian satu angka seakan lebih penting untuk dilihat sehingga lupa untuk memandang diri kita sendiri.  Satu angka baru yang bisa diketahui kapan  akan berakhir menjadi sorotan pandang semua insan sedangkan setiap tapak perjalanan yang tak pernah kita ketahui akan berakhir  hanya dipenuhi dengan selaksa niat dan resolusi yang kadang satu atau setengah bahkan seperempat saja tak mampu untuk diubah dan dibaharui.

 

Banyak dari kita mensyukuri perubahan satu angka namun lupa untuk berjuang memandang satu kelemahan kita diantara selaksa kerapuhan. Kebanyakan mensyukuri pergantian satu angka namun bungkam memadahkan litani pertobatan dan penyesalan. Syukur dan terimakasih kita bukan pada pergantian satu angka tapi karena ada penyesalan dan pertobatan yang mengantar pada pembaharuan hidup. 

 

Pertobatan dan pembaharuan hidup adalah ungkapan syukur dan terimakasih menghiasi satu angka selama 12 bulan. Satu angka adalah hiasan yang setia menanti tobat dan pembaharuan hidup sebagai ungkapan syukur dan terimakasih lantaran dalam satu angka iti kita telah memaksimalkan dan memberdayakan rahmat dan berkat Allah.

 

Antara Angka dan Kita, Bunda Tuhan, Bunda kita sedang memandang kita dengan pandangan cinta yang menyejukan menuju pada kekudusan hidup seperti kekudusan hatinya. Bunda kita sedang memandang kita dengan pandangan dollorosa menanti pertobatan kita ringankan berat salib di pundak Anak-nya. 

 

Antara Angka dan Kita, Bunda sedang memandang kita dalam satu bahasa kepasrahan bersamanya;”Jadilah padaku menurut perkataanmu.” (Luk 1:38).

 


Manila: 31-Dec 2022

Tuan Kopong MSF