News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Renungan Hari Minggu Biasa II: Berjalan Bersama Menuju Yesus (Yoh 1:29-34)

 

Renungan Hari Minggu Biasa II: Berjalan Bersama Menuju Yesus (Yoh 1:29-34)
Renungan Hari Minggu Biasa II: Berjalan Bersama Menuju Yesus (Yoh 1:29-34)


Berjalan bersama berarti belajar bersama, saling mendampingi dan membimbing untuk semakin mengenal dan memahami tujuan dan maksud dari tujuan berjalan bersama itu sendiri. Sebagai orang beriman tujuan dari perjalanan kita itu adalah untuk semakin mengenal, dekat dan memahami Yesus dengan seluruh karya-Nya.


Pada hari Minggu, hari raya penampakan Tuhan, setelah misa di salah satu stasi kami yaitu stasi Our Lady of Lanaval, seorang anak kecil berusia empat tahun mendekati saya dan memeluk saya sambil menunjukan biscuitnya kepada saya. Sayapun memeluk dia sambil berkata; “apakah kamu mau kita menemui Yesus yang sedang tidur di kandang itu dan memberikan biscuitmu kepada-Nya?” Diapun ternyata mau untuk menemui Yesus dan memberikan biscuitnya kepada Yesus.


Saya memegang tangan gadis kecil itu, menuntunnya hingga tepat didepan kandang kanak-kanak Yesus dan iapun menyerahkan biscuit tetap didepan patung kanak-kanak Yesus. Sebuah pengalaman sederhana namun bagi saya itu juga adalah cara memperkenalkan Yesus kepada anak-anak seusianya sejak dini.


Banyak cara untuk memperkenalkan Yesus kepada sesama kita juga kepada anak-anak kita di dalam keluarga masing-masing. Kita harus menyadari bahwa dalam situasi hari ini, berjalan bersama menuju kepada Yesus hampir hilang. Di dalam keluarga yang mana keluarga adalah domestic church, semangat berjalan bersama hampir hilang karena masing-masing sibuk dengan kesibukannya sendiri. Anak-anak lebih sibuk bermain online game atau tiktok di kamar, sang ayah sibuk dengan teman-temannya atau sibuk dengan online games yang disukai, sang ibu lebih betah menikmati sinetron favoritnya atau sibuk memasang status dan selfie di laman facebook.


Demikian juga di komunitas kita. Iri dan dendam serta merasa diri lebih penting dari yang lain lebih mendominasi pelayanan kita yang justru menjauhkan orang lain dari Yesus. Latihan koor, salah menyanyi langsung dihakimi hingga tak lagi menjadi bagian dari koor tersebut dan jauh dari kebersamaan. Para imam menjadikan misa hanya sebagai sebuah pekerjaan dan bukan pelayanan. 


Sejatinya berjalan bersama menuju Yesus harus berangkat dari pemahaman bersama akan tugas misioner kita setelah misa melalui perutusan yang diberikan; “ite missa est”, marilah pergi, kita diutus.” Kita diutus untuk memperkenalkan Yesus dan ajaran-ajaran-Nya mulai dari bacaan pertama hingga kotbah imam kepada sesama kita. Kita diutus untuk menjadi doa bersama dalam keluarga sebelum dan sesudah makan malam misalnya atau sebelum tidur malam sebagai saat di mana kita menghadirkan dan memperkenalkan Yesus kepada seluruh anggota keluarga.


Kita diutus untuk mendekatkan Sabda Yesus kepada umat kita di komunitas-komunitas Basis dan mendekatkan mereka dengan Yesus melalui kunjungan dan sapaan yang dengan itu menjadi kunjungan dan sapaan Yesus kepada mereka dan bukannya membangun tembok kelompok-kelompok dalam di paroki. Ada kelompok yang sangat dekat dengan pastor paroki dan ada kelompok yang menghakimi umat lainnya.


Dari pengorbanan dan kerendahan hati untuk menerima dan berjalan bersama kita sedang dan sudah memperkenalkan Yesus. Dengan nasehat-nasehat positif yang meneguhkan iman mereka, kita menjadikan Yesus sebagai pusat dari seluruh perjalanan bersama itu sendiri. Dari doa bersama, mengakrabi Kitab Suci bersama yang berbuah tindakan solidaritas adalah cara sederhana memperkenalkan Yesus dan bukan sekedar kata dan kotbah. 


Sebagian umat kita kalau ke gereja untuk mengikuti misa ataupun pertemuan selalu membawa tas. Isi dari tas tersebut sudah bisa ditebak yaitu cermin kecil, sisir, hp, make up dan lisptik. Sedangkan saudara saudari kita dari denominasi lain juga membawa tas. Isi tas mereka adalah Alkitab. Alkitab yang mereka gunakan adalah Alkitab milik Gereja Katolik. Yang empunya Alkitab tidak akrab dengan Alkitabnya tapi yang bukan empunya justru akrab. Amen.



Manila: 15-Januari, 2023

Tuan Kopong msf